Training Jelajah Hati
“Ku Sambut Izrail dengan Senyum”
Setiap waktu kita kedatangan tamu..
Mungkin keluarga, kolega atau teman biasa..
Suatu saat pasti akan datang Tamu Terakhir dalam hidup kita..
Sudahkah kita menyiapkan senyum terbaik untuk menyambutnya?..
Yuk hadiri Training Jelajah hati “Ku Sambut Izrail dengan Senyum”
bersama Ust. Syatori Abdurrauf
Hari & Tanggal : Ahad, 14 April 2013
Pukul : 07.30 – 15.00 WIB
Tempat : Auditorium Rumah Sakit JIH ( Ring road Utara – Timur Polda DIY )
Info & Pendaftaran : 0857 4633 4255
PIN : 25E15044
Kenali Diri Menuju Kenal Alloh
“Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam (tubuh)nya ruh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur “ (QS. As Sajdah : 9)
Segala puji bagi Alloh yang telah menciptakan kita sebagai terbaik dan memberikan kita bekal untuk mengenal Alloh dengan sebenar-benarnya baik yang berupa hati, akal, pendengaran, penglihatan, dan masih banyak lagi bekal yang diberikan Alloh kepada kita agar kita mengenal Alloh dengan sebenar-benarnya. Alangkah hinanya kita bila kita tidak mengenal Dzat yang telah menciptakan kita, menghidupkan kita, mematikan kita, mencukupi segala kebutuhan kita, mencurahkan kasih saying-Nya kepada kita dan seabrek anugrah lain yang diberikan kepada kita. Semoga kita menjadi hamba yang selalu mensyukurinya.
Pernak-pernik Keluarga Islami
Seri Membangun Kecerdasan Hati (2)
JANTUNG HATI
“Ingatlah pada setiap diri ada segumpal daging.
Bilamana segumpal daging tersebut baik maka baiklah diri,
namun bilamana jelek maka jeleklah diri.
Ingatlah segumpal daging tersebut adalah “qalbun”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Saudaraku, “qalbun” dalam bahasa kita lebih sering dipahami sebagai hati, namun, tahukah kita, bahwa “qalbun”pun bisa berarti jantung. Hal yang sama kita temukan juga dalam bahasa Inggris, yakni “heart”, yang maknanya bisa hati, bisa pula jantung. Bahasa kita pun sering mempertemukan keduanya “secara mesra”, lewat ungkapan kata majemuk “jantung hati”.
Seri Membangun Kecerdasan Hati (1)
HARMONI HATI DAN ILMU
“Orang yang benar butuh permulaan yang benar. Permulaan yang benar butuh keikhlasan, dan keikhlasan itu ada pada niat suci, sementara kesucian niat ada pada hati yang bersih.
(Kalam Hikmah)
Saudaraku, ibarat orang yang berazam ingin ke Surabaya, tentu ia hanya akan sampai ke tujuan kalau sedari awal ia naik bus jurusan Surabaya. Adapun kalau yang ia pilih adalah bus jurusan Jakarta, tentu sampai kapanpun ia tak ‘kan sampai ke tujuan.
Pohon mangga hanya akan tumbuh dari biji mangga, dan biji salak pastilah akan menumbuhkan pohon yang sama. Tidak akan mungkin biji mangga menumbuhkan pohon salak, begitu pula sebaliknya.
Nikmatnya Ridha
Aqidah Islam menggariskan bahwa hitam putihnya warna hidup seorang anak manusia itu ada dalam genggaman kekuasaan Allah Ta’ala. Suratan hidup mereka sudah tergores pasti di dalam lauh mahfudz sejak zaman ‘azali silam. Tiada seorang pun yang mengetahui bagaimana suratan hidupnya yang belum terjadi. Yang bisa dilakukan olehnya hanyalah berusaha dan berikhtiar agar garis hidup yang akan dilewati adalah garis hidup yang berwarna putih belaka.
Garis putih adalah garis kesuksesan, kepuasan dan kebahagiaan, sementara garis hitam adalah garis kegagalan, musibah dan kesusahan.















